Teman Sehat, sadar nggak sih kalau masuk pertengahan tahun ini, rasanya beban kerja makin berat tapi sisa energi kita tinggal sedikit? Sering kali kita merasa sudah tidur cukup, tapi badan tetap terasa sangat lelah saat bangun pagi. Jangan-jangan, kamu sedang mengalami fase kelelahan mental. Yuk, kita obrolin cara simpel mengatasinya!
Apa Itu Burnout dan Mengapa Terjadi?
Burnout bukan sekadar rasa capek biasa setelah seharian bekerja keras di depan laptop. Kondisi ini terjadi ketika fisik, mental, dan emosi kita benar-benar terkuras habis akibat tumpukan stres yang dibiarkan dalam waktu lama. Di momen pertengahan tahun, rentetan deadline dan rutinitas yang monoton sering kali menjadi pemicu utamanya.
Menurut para pakar kesehatan, saat kita terus-menerus bekerja di bawah tekanan, tubuh akan memproduksi hormon stres bernama kortisol secara berlebihan. Jika hormon ini terus dibiarkan tinggi, sistem saraf kita menjadi tegang. Hal inilah yang membuat kita kesulitan merasa rileks, meskipun sedang menikmati libur di akhir pekan. Akibatnya, pemulihan energi tubuh menjadi sangat terhambat dan tidak optimal.
Tanda-Tanda Tubuhmu Membutuhkan Istirahat
Sering kali kita mengabaikan alarm peringatan dari tubuh sendiri karena terlalu sibuk mengejar target pekerjaan. Padahal, tubuh kita sering memberikan sinyal saat ia benar-benar butuh jeda dan istirahat. Beberapa tanda kamu mulai mengalami kelelahan mental antara lain:
- Susah fokus dan gampang lupa: Kamu harus membaca satu kalimat laporan berkali-kali untuk paham maksudnya.
- Mudah terpancing emosi: Hal-hal kecil yang biasanya biasa saja tiba-tiba membuatmu sangat mudah marah atau sedih.
- Kehilangan motivasi harian: Merasa apa yang kamu kerjakan tidak ada artinya dan malas saat harus memulai hari kerja.
Jika kamu merasakan dua atau lebih tanda di atas, ini adalah momen yang paling tepat untuk mengerem sejenak.
Dari Makanan atau Suplemen?
Nutrisi yang masuk ke tubuh kita sangat berpengaruh terhadap suasana hati dan level energi harianmu. Saat stres melanda, banyak orang langsung mencari comfort food yang serba manis atau digoreng. Padahal, makanan jenis ini justru bisa membuat gula darah melonjak drastis lalu anjlok seketika, sehingga tubuh terasa makin lemas.
Sebagai gantinya, sebaiknya kita memperbanyak asupan makanan bernutrisi utuh seperti buah segar, sayuran hijau, dan biji-bijian. Kalau kamu merasa sulit melengkapi nutrisi dari makanan sehari-hari karena jadwal yang padat, menambahkan suplemen bisa menjadi langkah praktis yang cerdas. Pilih suplemen dengan kandungan Vitamin B Kompleks atau Magnesium yang ramah di lambung untuk membantu merilekskan otot tegang.
Cara Mengatasi Burnout Kerja
Kabar baiknya, mengatasi kelelahan mental tidak melulu mengharuskanmu mengambil cuti panjang. Kamu bisa mulai memperbaiki energimu dari langkah-langkah kecil setiap harinya:
- Terapkan Jeda Rutin: Setiap 60 menit menatap layar monitor, berdirilah selama 10 menit untuk melakukan peregangan ringan.
- Batasi Asupan Kafein: Minum kopi berlebihan justru dapat memicu hormon stres naik lebih tinggi. Cobalah ganti kopi sore harimu dengan segelas air hangat.
- Buat Batasan Kerja yang Jelas: Selalu matikan notifikasi pekerjaan setelah jam kerjamu selesai agar pikiran bisa benar-benar beristirahat.
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Merasa lelah dan penat adalah hal yang sangat wajar, Teman Sehat. Kita bukan robot yang bisa terus dipaksa bekerja tanpa henti. Dengan mengenali tandanya dan melakukan langkah pemulihan secara rutin, kamu pasti bisa kembali menemukan semangatmu. Jangan lupa, kesehatanmu selalu nomor satu!
Mau lebih banyak tips sehat? Ikuti blog Sehatsy ya!
Sumber:
- WHO – Burn-out an “occupational phenomenon” https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases
- Healthline – Stress and Burnout Recovery https://www.healthline.com/health/mental-health/burnout-recovery
